Skip to main content

Between Azkaban and Hogsmeade

Kalau dilihat dari judulnya, hampir udah diketahui kalau itu adalah nama tempat yang terkenal dalam buku petualangan seorang anak di dunia sihir yaitu Harry Potter. Tapi untuk catatan kali ini aku ga membahas nya dalam dunia sihir tetapi dalam dunia nyata.

Well, pernah tidak ke suatu tempat yang membuat anda bahagia entah karena orang2nya, suasananya, atau apa yang anda kerjakan adalah sesuatu yang membangun atau paling tidak ada hal kecil walaupun sekecil apapun anda bahagia di tempat itu? Saya berharap jawabannya iya :). Sebaliknya, pernahkah anda berada di tempat yang membuat anda murung, kurang bersemangat entah dari oramg2nya, atmosfir nya atau apapun? Hmm, sayangnya saya pernah berada di tempat yang yang salah selama beberapa tahun dan membuat saya kehilangan semangat, wajah cekung, kepintaran juga berkurang (hehe, lebay ah), dan hal hal lain yang membuat saya susah untuk berfikir positif.

Berdasarkan pengalaman tersebut, saya teringat tempat dalam cerita karangan JK Rowlings, Azkaban dan para Dementornya. Dalam pandangan saya, sebagian orang ada yang bertipe Dementor ini, menghisap kebahagiaan anda dalam artian mencuri mimpi mimpi anda, menghilangkan semangat dengan meremehkan dan tidak menghargai anda. Yang akhirnya anda akan seperti mereka. Dalam Harry Potter, Dementor secara fisik mengerikan dengan wajah tengkorak, jubah hitam yang lebar namun dalam dunia nyata bisa saja berwajah lembut dan menawan, namun kata kata yang dikeluarkan bagai sihir Avada Kedavra (:p, haiks..kenape jadi pake sihir2an ya) .


Untunglah, saya sekarang sedang berada dalam Desa Hogsmeade penuh dengan kebahagiaan :), ada orang2 yang menyemangati dan mendukung mimpi saya dan tidak pernah kurang dengan Buterbeer. Bagi saya, bertahan dalam sebuah lingkungan yang tidak membahagiakan sama seperti meracuni badan anda secara perlahan lahan dan akhirnya membusuk. Anda menjadi seorang pesimistis dan bagi saya ini berbahaya jauh daripada penyakit menular. Anda boleh setuju atau tidak, tapi itulah yang saya rasakan selama berada di Azkaban versi dunia nyata.

Semoga dalam hidup saya selalu dipertemukan dengan orang orang yang menghargai dan mendukung cita cita maupun mimpi saya. Aamiin..


Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...