Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2015

Dear Tuhan

Courtesy of mustbethistalltoride.com Dear Tuhan, Saya ini adalah hamba Mu yang belum mengenal dirinya sendiri, karena barang siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya namun sepertinya hamba masih dalam pencarian yang cukup panjang. Sayang sekali, padahal hamba telah dikaruniai tubuh yang sempurna, kecerdasan yang lumayan, keluarga yang penuh cinta dan teman teman yang cantik, tampan, cerdas dan baik hati, serta rezeki yang cukup dan kesehatan yang bagus namun hal hal diatas belum membuat hamba banyak bersyukur dan beribadah yang lebih kepada Engkau, belum kepada tahap yang mencintai Mu sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Bahkan hamba masih lebih mencintai ciptaan Mu. Engkau memberikan yang hamba inginkan, rezeki, kekuatan dan kemampuan berpikir, kesempatan belajar dan menjelajahi belahan dunia yang lain namun hamba takut, kalau kalau Engkau tidak mencintai Ku, karena yang hamba terima tidak sebanding dengan apa yang hamba berikan kepada Engkau. Bukankah Engkau sena...

BALI

Courtesy of art-export.com Bali, ya Bali...Salah satu provinsi Indonesia yang mendunia dan kadang kadang lebih terkenal dibandingkan dengan negara Indonesia sendiri. Hiks...Saya kadang suka jengkel ketika bertemu untuk pertama kali dengan orang asing (bule), berbasa basi menanyakan nama juga berasal dari negara apa dan ketika saya menjawab datang dari negara tropis dengan ribuan pulau yang menawarkan keindahan eksotis dan citarasa kuliner yang menggoyang lidah juga orang orang nya yang ramah dan politisi nya yang keseringan menimbulkan ide ide cemerlang di kepala saya untuk menyiksa mereka; Indonesia, respon mereka pasti memuji Bali sebagai tempat wisata yang indah dan menyenangkan. Beuh! Gondoknya ga terkira... Langsung saja saya ceramahin kalau Indonesia itu bukan Bali ya, Bali itu bagian dari Indonesia dan asal anda tau, kami (Indonesia) punya banyak objek wisata yang tidak kalah dengan Bali, seperti Raja Ampat, Belitong, Lombok, Sabang, Bunaken, Derawan dan ribuan pulau ya...

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

Käse und Erdbeere

Jangan bingung dan jangan mencari di google translate karena itu artinya keju dan strawberry. Eh kenapa tiba tiba jadi ngomongin dua makanan ini ya. Begini ceritanya, saya sudah mulai berdamai dengan makanan di Eropa ini, belajar untuk ikhlas dan menikmati pilihan makanan yang tersedia di supermarket. Yah, kadang kadang kalau ingin sesuatu yang memiliki cita rasa kebangsaan atau kedaerahan, wajib untuk meluangkan waktu memasak dengan improvisasi sana sini, hehehe. Hasilnya lumayan membuat lidah ini bergoyang. Baru baru ini saya mencoba mengkonsumsi roti sebagai sarapan di pagi hari dengan olesan keju disertai dengan selai strawberry. Dulu ketika di kampung saya pernah ditawari makanan jenis ini dan langsung saja saya tolak mentah mentah. Helloww...Pagi di Aceh atau di Indonesia itu wajib nasi ya...Mau nasi goreng, nasi lemak, nasi briyani, nasi gurih (hikshiks kangen), pokoknya nasi. Namun apa boleh buat karena kadang kadang bangun juga telat dan waktu tidak mencukupi, roti ada...

Frankfurt Book Fair

FBF 2015 Well, ternyata kalau murah itu banyak berhentinya ya...Apa maksud? Gini loh, saya kan berniat ke pameran buku di Frankfurt dan karena antara ragu pergi atau tidak, akhirnya saya tidak bisa membeli tiket pergi ke Frankfurt karena sudah keburu naik alias mahal dan jadilah saya menggunakan jasa Meinfernbus dan berangkat pada Sabtu sore, sehari sebelum penutupan FBF. Ternyata oh ternyata dari Hof menuju ke Regensburg hanya memakan waktu 2 jam lebih dan selebihnya saya harus menunggu selama 3 jam menunggu bus yang akan mengantar saya sampai Frankfurt am Main Hbf. Oke, sampai disini tidak ada masalah karena saya sudah mengisi perut dengan nasi plus daging goreng kemudian sebagai snack saya menyiapkan keripik kentang, biskuit cokelat dan roti. Aman. FBF dari masa ke masa Nah, sebelum jam 11 saya sudah menunggu di halte dan dengan udara yang dingin menusuk tulang tulang eh bus nya malah molor 15 menitan dan dengan kondisi cuaca yang sangat tidak kondusif, lima belas menit ...

Risalah Hati

Ini tulisan yang dibuat tanpa direncanakan terlebih dahulu, impromtu kalau bahasa canggihnya Judulnya juga nyomot dari lagunya Dewa 19 yang sedang di dengarkan ketika sedang membuat tugas dan karena bosan larilah ke blog. Beuh! Kalau diperhatikan lirik pertamanya yang mengatakan "Hidup ku tanpa cintamu bagai malam tanpa bintang..Dan pertanyaannya apakah manusia bisa hidup tanpa cinta? Saya kira tidak, bila Tuhan yang saya percayai memiliki kekasih, bagaimana mungkin manusia hidup tanpa kekasih hati? Pertanyaan lanjutan, siapakah kekasih hati itu? Apakah dia yang setiap hari mengirimkan pesan singkat hanya bertanya "apakah engkau sudah makan"...Hahahahaha, ini siy pertanyaan mamak saya setiap harinya. Ataukah yang memimpikanmu, merayumu dan membahagiakan mu setiap saat? Well, saya tidak tahu namun alangkah bahagianya bila kekasih hati itu adalah yang selalu memperhatikan dan melindungi kita. Selalu memberikan yang terbaik di dalam hidup kita. Yang mencintai kita tan...

Pemikiran setelah menonton THE GODFATHER

Buat para penggemar thriller juga drama, The Godfather Trilogy menjadi wajib untuk ditonton walaupun bagian ketiga nya tidak seberapa menarik seperti bagian pertama dan kedua, tapi tetap saja menurut saya ini film yang sangat direkomendasikan dan termasuk salah satu film terbaik sepanjang masa. Hal yang terus menerus saya pikirkan setelah menonton film ini adalah, apakah mungkin manusia bisa membahagiakan keluarganya namun dengan mengorbankan kebahagian orang lain. Maksud kalimat ini bagaimana? Berdasarkan film, keluarga Corleone adalah keluarga mafia di pulau Sisilia yang memiliki bisnis perjudian (kasino), pelacuran dan peminjaman uang. Disini di gambarkan ikatan keluarga adalah yang terpenting sehingga keutuhan dan kebahagiaan keluarga adalah segalanya sehingga apapun akan dilakukan termasuk mengancam, memeras atau membunuh orang yang menyakiti keluarga atau pun bisnis para Don ini. Ironisnya, di bagian ketiga dimana Don Corleone yang diperankan Al Pacino malah mati sendiri tan...

Kebiasaan menjadi karakter

Terkadang saya sering dongkol, jengkel melihat orang yang membuang sampah sembarangan baik yang sedang berjalan kaki, menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum. Apa pemikiran orang orang seperti ini menganggap membuang sampah tidak pada tempatnya seperti hal yang wajar saja, kan ada petugas yang membersihkan dan mereka sudah dibayar. Saya menganggap pikiran ini berbahaya dan sama sekali berkontribusi tidak sehat bagi alam. Awalnya saya tidak terlalu mengamati hal hal seperti ini. Tidak menarik, ngapain juga memperhartikan kebiasaan orang membuang sampah. Tapi ada satu peristiwa yang membuat saya sadar bahwa lingkungan atau dalam lingkup yang lebih besar bumi ini harus dijaga. Sungai dekat rumah yang dulunya lumayan jernih dan banyak ikan (dulu pernah nangkapin ikan kecil kecil) kini sudah banyak sampah terutama di pinggirannya dan beberapa ikan mati. Rasanya seperti tertampar, manusia kini berkontribusi bagi kematian makhluk hidup yang lain. Sejak saat itu lah saya memu...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...

PANCURI EUNGKOT

Judul di atas merupakan bahasa Aceh yang bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah pencuri ikan. Ini berawal dari seorang teman yang memasang display picture seekor kucing dengan berfoto seperti seorang tawanan kemudian memegang kertas yang bertuliskan "PANCURI EUNGKOT". Saya tersenyum dan tertawa kecil kemudian juga merasa sedih karena teringat kucing kesayangan saya dikampung halaman, Jon gendut. Iya, jon gendut yang sudah hampir 8 tahun tinggal dirumah, jenis kampung, berbulu hitam dan putih namun cerdik (terutama soal makanan) dan juga tidak betah dirumah/dikurung. Awal awalnya ini adalah kucing abang saya di kantor nya terdahulu, karena kantornya ditutup dibawalah ke rumah atas dasar kasihan. Langsung saja saya jatuh hati pertama melihat Jon, terutama karena bulu nya yang hitam putih (kucing yang saya punya hampir semuanya berbulu kuning/putih). Namun si Jon ini bikin gedeg soalnya maunya sama abang saya terus, ga mau dipeluk, dielus juga digendong. Grrrr...

HOMESICK

Ada yang bisa mengartikan kata di atas? Buat perantau dimana saja, homesick adalah suatu perasaan  rindu yang menyiksa kalbu, sukma raga juga bagian tubuh lain seperti lidah, perut dan juga mata stadium tingkat akhir terhadap kampung halaman. Ini pengertian versi saya yang sedikit lebay. Beberapa bulan tinggal di negara orang semakin membuat saya bersyukur berasal dari negara katulistiwa, yang mendapat sinar matahari yang cukup, berlimpahnya air juga beragamnya rempah rempah yang kalau diolah menjadi masakan sungguh menggugah selera untuk menyantapnya. Nah, yang terakhir ini buat saya menimbang nimbang apakah saya harus memesan tiket pulang dengan segera atau menabung agar nantinya keluarga bisa juga merasakan suasana Eropa mulai dari dinginnya salju, makanan yang tiada rasa (hahaha) juga keindahan dari gedung gedung tua beserta segarnya udara disini dikarenakan banyaknya pepohonan. Dan saya tidak bisa memutuskan walaupun keinginan pulang itu sangat "urgent" namun ha...