Skip to main content

HOMESICK

Ada yang bisa mengartikan kata di atas?
Buat perantau dimana saja, homesick adalah suatu perasaan  rindu yang menyiksa kalbu, sukma raga juga bagian tubuh lain seperti lidah, perut dan juga mata stadium tingkat akhir terhadap kampung halaman. Ini pengertian versi saya yang sedikit lebay.



Beberapa bulan tinggal di negara orang semakin membuat saya bersyukur berasal dari negara katulistiwa, yang mendapat sinar matahari yang cukup, berlimpahnya air juga beragamnya rempah rempah yang kalau diolah menjadi masakan sungguh menggugah selera untuk menyantapnya. Nah, yang terakhir ini buat saya menimbang nimbang apakah saya harus memesan tiket pulang dengan segera atau menabung agar nantinya keluarga bisa juga merasakan suasana Eropa mulai dari dinginnya salju, makanan yang tiada rasa (hahaha) juga keindahan dari gedung gedung tua beserta segarnya udara disini dikarenakan banyaknya pepohonan.

Dan saya tidak bisa memutuskan walaupun keinginan pulang itu sangat "urgent" namun hati dan pikiran saya tidak bisa diajak musyawarah untuk mufakat. Hati selalu mengatakan "sudah, ngapain pikir uangnya, pulang saja.." namun selalu ditentang dengan logika saya yang mengatakan " yang namanya merantau itu menempa mental menjadi baja, lagian masih single juga, tiada anak maupun pasangan yang menunggu di rumah..". Hahahaha...Sialan dan buat capai. Pertengkaran antara hati dan pikiran ini masih saja berlangsung hingga saya menulis tulisan HOMESICK ini. Capee deee...

Eniwei, saya belum bisa memastikan apakah saya bisa segera pulang kampung karena kedudukan perasaan dan logika sampai saat ini sama kuat dan sepertinya tidak ada yang mau mengalah, hihihi..

Namun ketika mendengarkan lagu yang syairnya seperti yang tertulis di bawah ini :

"Desaku yang kucinta, pujaan hatiku...
Tempat ayah dan bunda dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan, tak mudah bercerai
Selalu kurindukan...Desaku yang permai.."

Kelihatannya mereka akur dan adem, disisi lain saya tetap merasakan homesick yang begitu kuat dan dalam.


Hof, 1 Oktober 2015


Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...