Skip to main content

Kebiasaan menjadi karakter

Terkadang saya sering dongkol, jengkel melihat orang yang membuang sampah sembarangan baik yang sedang berjalan kaki, menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum. Apa pemikiran orang orang seperti ini menganggap membuang sampah tidak pada tempatnya seperti hal yang wajar saja, kan ada petugas yang membersihkan dan mereka sudah dibayar. Saya menganggap pikiran ini berbahaya dan sama sekali berkontribusi tidak sehat bagi alam.

Awalnya saya tidak terlalu mengamati hal hal seperti ini. Tidak menarik, ngapain juga memperhartikan kebiasaan orang membuang sampah. Tapi ada satu peristiwa yang membuat saya sadar bahwa lingkungan atau dalam lingkup yang lebih besar bumi ini harus dijaga. Sungai dekat rumah yang dulunya lumayan jernih dan banyak ikan (dulu pernah nangkapin ikan kecil kecil) kini sudah banyak sampah terutama di pinggirannya dan beberapa ikan mati. Rasanya seperti tertampar, manusia kini berkontribusi bagi kematian makhluk hidup yang lain. Sejak saat itu lah saya memutuskan untuk membiasakan diri membuang bungkus permen, botol minuman kaleng atau plastik yang sudah ane gunakan ke tempat sampah terdekat.

Sejak membiasakan diri, saya merasa membuang sampah di tong sampah menjadi ringan. Awalnya siy memang terasa berat, terutama karena ngapain harus capek capek buang sampah apalagi pas tidak menemukan satu tong sampah pun yang akhirnya sampah harus disimpan sementara sampai menemukan bak pembuangan sampah terdekat. Cara ini cukup efektif apalagi mana mau orang membawa sampah lama lama dan pasti segera mencari cara agar bisa segera membuangnya. Nah, bagaimana kondisi lingkungan yang terus manusia cemari dengan berbagai macam sampah, selain bau nya yang pasti luar biasa merusak hidung, hehehe berbagai macam penyakit akan timbul dan membahayakan orang orang yang tinggal di sekelilingnya juga menurunnya kualitas hidup.

Kebiasaan memang bisa menjadi pisau bermata dua, menjadi berguna bila seseorang memiliki kebiasaan baik dari kecil sehingga ketika sudah besar seperti pak petani yang ingin memanen hasil usahanya selama bercocok tanam, namun menjadi berbahaya ketika seseorang terbiasa berbohong, mencuri atau menyakiti orang lain dan ketika masa panen tiba, hasil yang buruk lah yang didapatkan misalnya ketidakpercayaan, bangkrut dan hidup yang menderita.

Namun tidak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan baik, berapapun usia anda. Seperti saya yang memulai belajar lagi padahal usia tidak lagi muda (kalau wajah bolehlah diadu, hahaha), memulai disipilin padahal kemalasan adalah hal yang sangat menyenangkan, hikshiks, belajar untuk mengerjakan segala sesuatunya segera (procrastination is not allowed), dan lain lain.

Capai memang tapi saya yakin kebiasaan baik akan membentuk karakter baik pula. Insyaallah :)



Hof, 10 Oktober 2015

Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...