Biasanya profesi supir adalah profesi maskulin dimana mayoritasnya adalah laki laki. Well, mungkin di kota besar ada juga jumlahnya walaupun tidak banyak dan dikampung saya sendiri baru satu orang dan cantik (sepanjang pengetahuan saya). Saya tidak ingin menghakimi apakah perempuan boleh menjadi supir atau tidak, soalnya itu akan menjadi perdebatan yang sangat panjang dan tidak berkesudahan. Yang ingin saya ceritakan adalah pengalaman bertemu dengan supir supir perempuan yang fashionable, memakai kacamata ataupun syal dileher dengan rambut cokelat yang dibiarkan tapi tetap piawai mengendarai bus besar seperti transjakarta yang dilengkapi dengan gps dan bermerk mercedes. Keren! Dan yang lebih paten supir disini sangat menghargai para pejalan kaki dimana ketika ada jalur untuk penyebrangan (zebra cross) dan pejalan kaki melaluinya, seketika itu pula para supir bus ataupun jenis transportasi darat lainnya akan berhenti seketika. Cool! ( saya akan bahas dalam tulisan tersendiri nantin...
Life is temporary and I just need to find my way back home