Skip to main content

Tujuan Hidup

Hai blog readers,


Kali ini ane pengen membahas soal tujuan hidup atau kira kira manusia ini hidup untuk apa ya? Bagi orang yang berpikiran sederhana mungkin malah balik bertanya ngapain nanya nanya pertanyaan ga penting kek gini? Terkadang ane menginginkan otak ane berpikir secara lebih sederhana jadi hidup juga kelihatan lebih mudah, hahaha.

Ane berpikir ketika seseorang sudah menentukan target apa yang ingin dicapai dan fokus untuk mendapatkannya, maka apapun halangan, rintangan atau kegagalan akan dianggap sebagai tantangan yang menjadikan orang itu belajar dari kesalahannya kemudian menghasilkan perbuatan atau tindakan yang lebih baik lagi dimasa depan. Bahkan mungkin bisa mencapai level masterpiece apapun bidang yang digeluti orang tersebut.

Biasanya kalau ada luang ane suka baca baca posting teman di FB terutama soal soal kisah kisah hikmah, yang salah satunya adalah seorang lelaki yang berasal dari Bosnia yang ingin menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki disebabkan karena kurangnya kemampuan finansial, namun tidak menyurutkan langkahnya untuk menunaikan rukun kelima walaupun terkadang harus menahan lapar, haus bahkan tidur dari satu mesjid ke mesjid yang lain. Ketika tujuan jelas diiringi dengan tekad yang kuat maka alam dan pencipta alam yang sempurna ini seakan membantu untuk mewujudkan mimpi seseorang termasuk Senad Hadzic, yang memulai perjalanan menuju Baitullah desember 2011 melintasi tujuh negara bermodal 200 Euro dan akhirnya mampu mencapai Ka'bah pada tanggal 20 Oktober 2012. Luar biasa!

Sekali lagi, memiliki tujuan hidup yang jelas kemudian fokus untuk meraihnya membuat hidup menjadi bermakna. Memang benar tujuan hidup seseorang berbeda beda tergantung lingkungan dimana dia dibesarkan, level pendidikan yang dienyam juga seberapa banyak pengalaman yang didapatkan. Apapun itu, tujuan hidup yang paling penting menurut ane adalah setiap helai nafas, ucapan maupun tindakan tunduk pada perintahNya dan mendapat ridhaNya, sulit bahkan sangat super ultra sulit tapi tidak mustahil, bukan mission impossible. Insyaallah!

Hof, 9 Agustus 2015

Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...