Skip to main content

Dirgahayu RI ke 70

Merdeka!

24 jam lagi Indonesia akan memperingati hari kemerdekaannya yang berusia 70 tahun. Untuk ukuran umur manusia ini adalah umur aki aki yang harusnya menikmati masa masa pensiun dengan tenang dan bermain bersama anak dan cucu. Tapi apalah dikata, justru saat berulang tahun ke tujuh puluh tahun ini, pembangunan infrastruktur baru kelihatan gaungnya, subsidi listrik dan BBM dicabut secara perlahan lahan, kasus kasus korupsi besar banyak bermunculan dan gunung meletus dimana mana. Belum lagi hater dan lover bermunculan di media sosial dan forum internet dan membahas semua masalah bangsa ini seakan lebih paham daripada pakar, hehehe. Alangkah eloknya semua energi yang dihabiskan di medsos dan forum itu dikumpulkan menjadi bola semangat untuk melakukan perubahan yang paling kecil sekalipun yang dimulai dari sendiri kemudian merambah ke lingkup yang lebih luas.

Ane pernah menulis soal mengkritik dan bagi ane sebenarnya sah sah saja untuk menyatakan pendapat tapi disertai data dan fakta juga dengan cara yang santun. Nah, sekarang sepertinya ane jadi bingung dengan perilaku sebagian umat yang mengaku umat Nabi yang terkenal dengan akhlakul karimah ini tapi tidak disertai dengan sikap seperti junjungan kita yang mulia. Apa ada yang salah dengan pembelajaran akhlak kah? Atau kuatnya kepentingan sehingga mengaburkan nurani dan logika?

Entahlah! Keragaman budaya dan agama yang dimiliki bangsa ini hendaknya menjadi kekuatan penyokong dalam mensejajarkan bangsa ini dengan bangsa lainnya, paling tidak di tingkat asia saja dulu bukannya menjadi pemecah belah bangsa.

Dirgahayu RI ke 70, teriring doa agar bangsa yang besar ini kembali bangkit dan jaya seperti di masa lalu yang bernama Nusantara!

Hof, 16 Agustus 2015

Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...