Sekilas tidak ada yang menarik dari judul diatas bahkan bagi ane kartu pos itu hanya sebagai kertas yang ane gunakan kalau ada kuis di majalah, mengisi jawaban dan mengirimnya via kantor pos. Apa alasan ane menganggap saat ini kartu pos menjadi penting karena sejak tahun ini ane resmi menjadi penggemar berat dan mengoleksi kartu pos dari beberapa negara di Eropa.
Alasan yang pertama adalah tampilan visual yang menarik, dari berbagai kota yang ane singgahi setiap kartu posnya menggambarkan objek wisata andalan mereka. Misalnya di kota Dessau yang selalu ada gambar Bauhaus, sebuah bangunan yang mendobrak rancangan bangunan yang indah ataupun artistik seperti di Perancis. Kalau dari pandangan orang yang ga ngerti desain ataupun ilmu arsitektur ya ane liatnya juga biasa aja, hahaha. Ataupun ketika ane menyempatkan diri ke kota Praha, kartu pos mereka juga menampilkan objek pamungkas yaitu Charles Bridge dan Old Town. Bagi ane ada kepuasan tersendiri ketika mata dapat dimanjakan dengan gambar gambar yang indah, menarik dan warna warni.
Yang kedua, kartu pos yang juga mewakili souvenir dari kota atau negara ini dipajang di tempat tempat yang strategis misalnya di toko buku maupun gift shop di stasiun stasiun kereta api (karena kereta api menjadi salah satu transportasi utama selain bus di negara negara Eropa) jadi pengunjung bisa melihat lihat atau membeli sembari menunggu kereta datang. Menarik!
Selanjutnya kartu pos menjadi ajang promosi pariwisata dari sebuah kota. Ane teringat pengalaman ane di kampung halaman yang berjumpa dengan dua orang turis dari Swiss ke dinas terkait untuk meminta kartu pos buat dikirimkan ke handai taulan, sebagai pemberitauan kalau sekarang mereka berada di Banda Aceh. Sayangnya, dinas ini tidak menyediakan atau kehabisan stok atau entahlah. Saat itu ane hanya merasa kasian namun berkat traveling ane merasa geram dan palak. Ane yakin kalau bapak petinggi di kantor itu ada yang lulusan luar negeri dan paling tidak bisa mencontoh hal hal kecil seperti ini. Ane yakin kemampuan sdm Indonesia atau di kampung ane tidak kalah dengan kemampuan sdm luar, yang ane justru sangat tidak yakin adalah kemampuan oknum oknum rakus dengan kekuasaan ini mau melihat bangsa ini maju atau tidak dengan legowo menyerahkan kekuasaanya pada yang berhak dan mampu.
Yang terakhir menjadi pertimbangan ane adalah kertas (material) maupun alat (tools) yang digunakan untuk membuat kartu pos itu, desain serta nilai bisnisnya ke depan. Karena ini untuk kepentingan pariwisata pastinya juga berbicara bisnis. Mengandalkan apba untuk tahun pertama dan kedua kelihatan masih masuk akal, namun untuk bertahan lama agaknya harus dipertimbangkan strategi bisnis yang berkelanjutan. Tapi, mana tau berhasil kalau tidak dicoba dan tentunya dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari pihak pihak yang terkait.

Comments
Post a Comment