Rasanya baru tahun kemarin ane berpuasa di ibukota Jakarta dan merasakan suasana yang berbeda. Nah, sekarang ini ane berpuasa di belahan dunia lain dengan durasi waktu yang lebih panjang, godaan mata yang lebih banyak contohnya pria yang memakai celana pendek dan bertelanjang dada, perempuan yang memakai baju yang pendek yang memperlihatkan belahan dada dan hampir semua auratnya. Wow, luar biasa. Tapi mungkin mata dan hati ane saja yang kotor, yang tidak mampu melihat dengan hati yang jernih dan bersih. Belum lagi durasi waktu yang hampir mencapai 20 jam, dengan waktu buka puasa jam setengah 10 dan pelaksanaan shalat tarawih yang dimulai jam 11 dan harus memulai sahur pada jam 3, huhuhu. Betapa sedihnya merantau di negeri orang, sudah sendiri dan semuanya melakukan sendiri, sakit juga harus dinikmati sendiri, dan apapun itu ane hanya perlu bersyukur, dan tanpa bersyukur semua kebahagiaan akan hilang dan tanpa makna. Hanya, ada satu hal yang menarik ketika berpuasa disini, teru...
Life is temporary and I just need to find my way back home