Skip to main content

Kekaguman

Pernah kah anda kagum dengan seseorang atau sesuatu sampai sampai anda tidak mengedipkan mata ketika melihatnya. Bagi perempuan ketika pertama kali melihat pria gagah, ganteng, keren atau apapun istilahnya, akan terpesona dan mungkin sedikit bengong seperti kasus Siti Zulaikha terhadap Nabi Yusuf yang tampan. Sedangkan pria akan suka menikmati perempuan yang memiliki paras rupawan terlebih ciptaan Tuhan satu ini mudah sekali tergoda dengan rangsangan visual, dan dulu saya menyalahkan kaum ini tapi dengan berjalannya waktu saya sadar seperti inilah Tuhan menciptakan mereka.

Saya menulis mengenai permasalahan ini karena saya ingin mengingatkan diri saya sendiri betapa saya melupakan pencipta kita Yang Maha Indah. Ketika kita melihat ciptaanNya terutama lawan jenis apalagi dengan fisik yang memukau, ditambah dengan karakter yang menawan, fokus kita hanya pada sosok ini saja, bagaimana dengan pencipta kita yang Maha Indah dan Maha Sempurna? Dan seakan mabuk dengan sosok ini kita lupa meningkatkan level cinta kita yang masih terkait dengan fisik, kebendaan dan yang masih bersifat ragawi. Saya paling suka dengan kisah Imam Ali dengan putranya Hasan atau Husein, yang bertanya mengapa ayahnya di saat yang bersamaan bisa mencintai Nabi Muhammad SAW, Ibunya Siti Fatimah, dan mereka berdua. Dengan indah ayahnya  menjawab bahwa semua cinta itu bermuara pada ALLAH SWT. Wow, singkat, padat dan jelas.

Menurut pandangan saya, akhir akhir ini, cinta hanya bersifat parsial, menyempitkan objek dan juga makna. Hanya segelintir orang yang mampu menyatukan cinta itu kepada makna yang lebih penting. Beberapa orang menemukannya pada pengabdian kepada sesama seperti Bunda Teresa, atau perjuangan melawan penindasan seperti yang dipercayai Mahatma Gandhi atau Nelson Mandela. Atau seperti favorit saya seperti Rabiah al Adawiyah yang menemukan cintanya kepada sang Pencipta. Jadi saya agak heran bila cinta itu harus berfokus pada hubungan laki laki dan perempuan saja, banyak yang menemukan atau pun tersesat dalam pencarian ini dan membuat saya agak kesal (harap dimaklumi, hehehe) dan sebagian mempertanyakan argumen saya kenapa?
Ya, saya jawab saja semua orang tidak sama dan tidak harus mempunyai jalan yang sama dengan orang lain. Lalu kenapa saya harus mengikuti jalan mereka?

Yang Maha Indah, hanya cinta kepada Engkau yang menjadikan cinta kepada yang lainnya terasa dan menjadi indah hanya bila bersumber dari Engkau pemilik dari segala kemuliaan dan keindahan :)

Hof, 13 Juni 2015

Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...