Skip to main content

Orang orang yang saya temui



Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
 
Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum.
Di kota saya sendiri, ada seorang bapak bapak yang menyapa saya di perpustakaan umum dan menawari tour singkat serta menjelaskan detail mengenai tata cara peminjaman buku dan lainnya. Ramah sekali, saya jadi curiga. Hahahaha.

Tentu saya tidak melupakan keluarga Turki yang baik hati dan mengundang saya berbuka puasa bersama di sebuah mesjid dan dikenalkan kepada banyak orang. Menyenangkan!

Saya juga bertemu dengan wanita paruh baya yang menawarkan colokan charger di kursi kereta api ketika colokan di kursi saya tidak berfungsi ketika dalam perjalanan ke Salzburg. Sungguh ramah sekali. 

Oia, saya juga bertemu dengan pasangan yang sangat baik hati ketika saya bertanya bagaimana melihat nomer bus yang akan saya naiki ke kota Frankfurt, perempuannya berbaik hati menjelaskan semua yang ia tahu bahkan ketika saya masih bengong, sang pacar menyarankan saya untuk pergi ke pusat kota untuk menghangatkan badan dengan meminum kopi atau membeli makanan dan si perempuan juga menyarankan tempat terdekat yaitu di dalam stasiun Regensburg yang hanya berjarak 100 meter dari halte bus.

Jangan lupakan juga pertemuan saya dengan perempuan paruh baya di event buku terbesar di dunia "Frankfurt Book Fair", sama sama makan nasi namun beda lauk pauk. Ia berbicara dengan sangat ramah bahkan menawarkan membawa piring saya ke counter, sesuatu yang aneh dan pasti saya sudah ditegur mamak saya kalau ada orang tua yang membawa piring makan mu...Ahahaha. 

Banyak orang orang baik ternyata di dunia ini. Masya ALLAH...Sungguh sifat pengasih dan penyayang mu meliputi langit dan bumi.


Mengenang orang orang yang saya temui ini mengingatkan saya pada cerita seorang pengelana yang berjumpa dengan orang tua di sebuah gerbang kota. Pengelana itu bertanya bagaimana kah suasana kota ini. Anehnya orang tua itu balik bertanya bagaimana kah suasana kota di kampung halaman anda? Jawaban si pengembara adalah “buruk, menyebalkan, kotor dan orang orangnya tidak ramah. Orang tua yang bijak itu kembali menjawab, anda akan menemukan situasi yang sama di sini. Begitu juga sebaliknya, ketika pengelana yang lain ingin memasuki gerbang kota, ia bertanya dengan orang tua yang sama di gerbang kota, menanyakan pertanyaan yang sama yang diajukan oleh pengelana sebelumnya.
Yang membedakan adalah jawaban pengelana ini, dia mencintai kota tempat dia berasal, orang orangnya ramah, baik hati dan saling tolong menolong. Orang tua itu mengatakan anda akan menemukan hal yang sama di kota ini.
 
Well, saya mencintai kampung halaman saya dengan segara kekurangan dan kelebihannya. Saya suka dengan cuacanya yang beriklim tropis, dengan makanannya yang banyak memiliki cita rasa yang sama dengan India, menyukai teman teman maupun sahabat saya yang berada di sana, merindukan acara zikir bersama dan tentunya keluarga saya.
 
Namun saya juga bersyukur bisa belajar dikota kecil di Bavaria ini, selain cuacanya yang sangat dingin tentunya, hahaha...Saya banyak bertemu orang orang baik dan menyenangkan, semoga bertahan sampai saya selesai kuliah dan diwisuda secepatnya. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Hof, 14 Oktober 2015

Comments

Popular posts from this blog

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...