Rasanya baru tahun kemarin ane berpuasa di ibukota Jakarta dan merasakan suasana yang berbeda. Nah, sekarang ini ane berpuasa di belahan dunia lain dengan durasi waktu yang lebih panjang, godaan mata yang lebih banyak contohnya pria yang memakai celana pendek dan bertelanjang dada, perempuan yang memakai baju yang pendek yang memperlihatkan belahan dada dan hampir semua auratnya. Wow, luar biasa. Tapi mungkin mata dan hati ane saja yang kotor, yang tidak mampu melihat dengan hati yang jernih dan bersih.
Belum lagi durasi waktu yang hampir mencapai 20 jam, dengan waktu buka puasa jam setengah 10 dan pelaksanaan shalat tarawih yang dimulai jam 11 dan harus memulai sahur pada jam 3, huhuhu. Betapa sedihnya merantau di negeri orang, sudah sendiri dan semuanya melakukan sendiri, sakit juga harus dinikmati sendiri, dan apapun itu ane hanya perlu bersyukur, dan tanpa bersyukur semua kebahagiaan akan hilang dan tanpa makna.
Hanya, ada satu hal yang menarik ketika berpuasa disini, terutama di kota ane yang setiap pagi selalu di hadiahi cuaca dingin, berkabut sehingga menggunakan kaus kaki, sweater adalah hal yang wajar. Brrr...Dingin! Saya jadi bersyukur tinggal di negara tropis seperti Indonesia, bisa mengenakan selapis pakaian dan sandal jepit, bisa menikmati kopi 24 jam di ruangan terbuka, bisa makan bakso, sate atau makanan apapun yang terasa bumbu nya, pedas dan tidak hambar.Yihaa!
Namun disisi lain saya beruntung dapat menikmati transportasi gratis terutama bus dengan menggunakan kartu mahasiswa, naik kereta api ke kota kota di Jerman, menikmati pemandangan bukit dan rumah rumah khas Eropa atau padang penuh dengan hamparan bunga. Sekali lagi, membuktikan ke-Maha Adillan Penguasa dari Alam Semesta ini. Di Timur, manusia dapat menikmati sinar matahari sepuasnya, makanan yang penuh sensasi disajikan dengan mudahnya di jalan, sedangkan dibumi Barat, terutama di Jerman anda akan menikmati apa yang namanya keteraturan, efisiensi dan persamaan.
Saya bermimpi bahwa kedua bumi yang berbeda ini bisa mengambil kebaikan kebaikan dari kedua sisi masing masing dan mengaplikasi kannya dalam kehidupan sehari hari.
Hof, 26 Juni 2015
Hof, 26 Juni 2015
Comments
Post a Comment