Skip to main content

Supir Perempuan

Biasanya profesi supir adalah profesi maskulin dimana mayoritasnya adalah laki laki. Well, mungkin di kota besar ada juga jumlahnya walaupun tidak banyak dan dikampung saya sendiri baru satu orang dan cantik (sepanjang pengetahuan saya).

Saya tidak ingin menghakimi apakah perempuan boleh menjadi supir atau tidak, soalnya itu akan menjadi perdebatan yang sangat panjang dan tidak berkesudahan. Yang ingin saya ceritakan adalah pengalaman bertemu dengan supir supir perempuan yang fashionable, memakai kacamata ataupun syal dileher dengan rambut cokelat yang dibiarkan tapi tetap piawai mengendarai bus besar seperti transjakarta yang dilengkapi dengan gps dan bermerk mercedes. Keren! Dan yang lebih paten supir disini sangat menghargai para pejalan kaki dimana ketika ada jalur untuk penyebrangan (zebra cross) dan pejalan kaki melaluinya, seketika itu pula para supir bus ataupun jenis transportasi darat lainnya akan berhenti seketika. Cool! ( saya akan bahas dalam tulisan tersendiri nantinya).

Bahkan ada yang sudah berusia 50 tahunan (perkiraan kasar) soalnya pakaiannya sederhana dengan warna yang tidak terlalu mencolok. Saya pikir mereka adalah perempuan yang patut dihargai karena menyetir bus bukanlah pekerjaan yang mudah. Di kampung asal saya juga ada walaupun sejauh pengamatan populasinya hanya satu dan juga cantik.

Sebagai supir tentu saja aturan bermain di jalan raya harus dimengerti dan dipatuhi sebagai syarat utama pekerjaan ini. Namun tentu saja disini aturan diterapkan dengan benar dan bagi yang melanggar akan dikenakan denda atau hukuman lainnya sedangkan dikampung saya orang orangnya keras kepala dan bandel selain integritas para petugas yang sangat diragukan. Jadi yang ingin saya katakan adalah supir wanita disini lebih aman dalam menjalankan tugasnya karena kurangnya pengendara yang ugal ugalan, ketertiban menjadi kebiasaan dan rules are followed by everyone!

Ga sabar pengen naik bus lagi buat keliling kota!

Hof, 30.Agustus.2015

Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...