Salah seorang yang dulunya pernah ane hormati berkata dengan melihat tanda tanda alam, masa masa ini adalah waktu yang penuh dengan fitnah dimana orang dengan mudahnya mengatakan fitnah kepada sesamanya. Ane terhenyak dan mulai sedikit paranoid, semoga yang dikatakan beliau tidak benar adanya namun secara perlahan sepertinya fitnah mulai muncul ke permukaan.
Pihak A menyatakan sesuatu yang tidak menyenangkan kepada pihak B, kemudian pihak B membantahnya dan mengatakan bahwa pihak A telah menyebar fitnah. Kemudian datang pihak C datang dan menyebut pihak A dan pihak B lah yang telah mengadu domba umat dan menyebarkan banyak berita bohong di media massa. Pihak D tidak mau kalah dan mengatakan mereka lah yang selama ini ditindas dan dan yang membawa kebenaran.
Pertanyaannya, siapakah
yang benar? Jawabannya adalah tidak tahu. Terlalu banyak yang
menyalahkan tanpa ada yang mau mengintrospeksi diri. Well, ini lebih mengerikan daripada bencana alam yang ditimpakan dari atas ataupun bawah bumi. Perbedaan pendapat bagi ane wajar wajar aja, lah bagaimana caranya ingin menyamakan semua persepsi dan tindakan bila alam saja memberi perbedaaan pada warna bunga, pada jenis pohon yang tumbuh, atau pada jenis hewan yang hidup di darat maupun di lautan. Kemudian apakah jenis yang berbeda tersebut lebih unggul dibandingkan jenis yang lainnya? Entahlah. Yang jelas keberagaman hayati maupun hewani membuat indera penglihatan ane takjub akan keindahan ini, mengucap sungguh Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Indah.
Kalau ane menemukan keindahan pada isi dari alam semesta ini, bukankah seharusnya ane juga menemukan keindahan dari keragaman manusia yang memiliki perbedaan dalam pola pikir, pendidikan, budaya maupun agama dan mampu belajar menghargai sesama tanpa harus memaksa bahkan mengklaim pihaknya lah yang paling benar.
Jadi sekeji apakah fitnah? Sekeji orang yang menciptkan dan menyebarkannya :)
Hof, 16.Agustus.2015
Jadi sekeji apakah fitnah? Sekeji orang yang menciptkan dan menyebarkannya :)
Hof, 16.Agustus.2015
Comments
Post a Comment