Skip to main content

Fitnah lebih keji daripada

Salah seorang yang dulunya pernah ane hormati berkata dengan melihat tanda tanda alam, masa masa ini adalah waktu yang penuh dengan fitnah dimana orang dengan mudahnya mengatakan fitnah kepada sesamanya. Ane terhenyak dan mulai sedikit paranoid, semoga yang dikatakan beliau tidak benar adanya namun secara perlahan sepertinya fitnah mulai muncul ke permukaan.
Pihak A menyatakan sesuatu yang tidak menyenangkan kepada pihak B, kemudian pihak B membantahnya dan mengatakan bahwa pihak A telah menyebar fitnah. Kemudian datang pihak C datang dan menyebut pihak A dan pihak B lah yang telah mengadu domba umat dan menyebarkan banyak berita bohong di media massa. Pihak D tidak mau kalah dan mengatakan mereka lah yang selama ini ditindas dan dan yang membawa kebenaran.

Pertanyaannya, siapakah yang benar? Jawabannya adalah tidak tahu. Terlalu banyak yang menyalahkan tanpa ada yang mau mengintrospeksi diri. Well, ini lebih mengerikan daripada bencana alam yang ditimpakan dari atas ataupun bawah bumi. Perbedaan pendapat bagi ane wajar wajar aja, lah bagaimana caranya ingin menyamakan semua persepsi dan tindakan bila alam saja memberi perbedaaan pada warna bunga, pada jenis pohon yang tumbuh, atau pada jenis hewan yang hidup di darat maupun di lautan. Kemudian apakah jenis yang berbeda tersebut lebih unggul dibandingkan jenis yang lainnya? Entahlah. Yang jelas keberagaman hayati maupun hewani membuat indera penglihatan ane takjub akan keindahan ini, mengucap sungguh Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Indah.
Kalau ane menemukan keindahan pada isi dari alam semesta ini, bukankah seharusnya ane juga menemukan keindahan dari keragaman manusia yang memiliki perbedaan dalam pola pikir, pendidikan, budaya maupun agama dan mampu belajar menghargai sesama tanpa harus memaksa bahkan mengklaim pihaknya lah yang paling benar.

Jadi sekeji apakah fitnah? Sekeji orang yang menciptkan dan menyebarkannya :)

Hof, 16.Agustus.2015

Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...