Skip to main content

Jangan (Turunkan) Standar Anda, Perempuan!!

Hai perempuan perempuan hebat dimana pun anda berada? Apakah anda merasa cantik, pintar, baik hati, menjelang usia 30 tahunan namun belum menikah dan punya dilema apakah harus menikah dengan orang yang tidak anda cintai, bertahan dengan hubungan yang buruk dengan pria yang tidak pernah melamar anda, atau anda memilih menjadi lajang dengan melakukan berbagai aktivitas yang anda suka sambil berusaha juga berdo'a kepada Yang Kuasa bahwa suatu saat akan ada pria baik yang mencintai segala kelebihan dan kekurangan anda. Well, saya memilih opsi yang ketiga saja.

Bukan apa apa, di usia saya yang sekarang tekanan orang tua dan sosial semakin tinggi. Seakan akan sayalah yang harus disalahkan karena tidak menikah. Hehehe, saya mah cuek saja walau dalam hati saya juga memikirkan perasaan ibu saya yang menginginkan saya menikah cepat cepat. Saya selalu percaya kalau pernikahan yang dilakukan atas dasar keterpaksaan, takut dibilang perawan tua, menikah dengan orang yang tidak anda cintai akan menimbulkan hal yang kurang baik di dalam kehidupan pernikahan ke depan. Cekcok, saling tidak menghargai dan mungkin bercerai.

Mengapa saya bisa mengatakan hal itu karena terjadi pada teman dan temannya saya. Bagi saya perempuan yang sampai sekarang belum menemukan jodohnya, saya lebih baik berfokus pada hal hal positif bagi diri saya sendiri, keluarga maupun masyarakat. Mencoba hal hal baru yang tidak pernah saya coba sebelumnya dan menikmati hari hari indah sebagai seorang lajang :). Semua hanya tergantung cara pandang, dan apa yang menjadi fokus anda. Selama anda berbuat baik, menghormati norma norma yang berlaku, kenapa harus khawatir dengan pendapat orang orang. Pendapat orang lain tentu dihargai tapi bukan yang menentukan jalan hidup kita.

Saya sendiri sudah bosan dengan pertanyaan kapan kawin, pernyataan bahwa saya terlalu memilih, sibuk karir dan lain lain. Bukannya tidak instropeksi, namun lebih fokus kepada apa yang dapat saya lakukan untuk mengembangkan kualitas saya sebagai perempuan dan masyarakat.

Saya sebenarnya menganggap ketika orang menanyakan kapan saya menikah saya menganggapnya sebagai bentuk perhatian kepada saya, namun yah minimal memberikan solusi. Misalnya eh, mau ga aku kenalin dengan pria temanku...Minimal kalau tidak menjadi suami bisa menjadi teman dan menambah jalinan silaturrahim. Ini sama saja dengan mengkritik tapi tidak memberikan solusi, hehehe...Jadi dengan bertambahnya umur saya semakin memiliki cara cara humor untuk mengantisipasi pertanyaan menikah dan menanggapinya juga semakin dewasa.

Ada beberapa perempuan yang saya kenal belum menikah bahkan sampai usia di atas 40 tahunan dengan alasan alasan berbeda, dari yang masuk akal sampai yang di luar kewajaran, hahahaha....tapi yang paling saya kagumi adalah perempuan yang memiliki prinsip menikah bukan hanya untuk mengejar status, takut di cap perawan tua/tidak laku, karena teman teman sudah kawin, dll yang akhirnya menurunkan standar pilihan karakter pasangannya (bukan secara materi ya :). Di pertengahan jalan, mulai lah ketahuan sifat asli dari pria yang dipilihnya. Bisa jadi pemalas, kasar atau pasif.

Karakter pria yang dikagumi wanita tentu saja adalah bertanggung jawab, dalam artian walaupun tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi pria yang memutuskan untuk menikahi seorang wanita wajib memenuhi kebutuhan wanita tersebut lahir batin. Kemudian bersifat penyayang seperti hadist Rasulullah SAW, pria yang paling baik diantara kalian adalah yang paling penyayang pada istrinya dan akulah yang paling penyayang.

Menarik bahwa perempuan boleh saja memiliki standar yang tinggi namun perempuan juga harus memperbaiki diri, menjadi wanita yang hanya pantas untuk pria pria super di luar sana.



"A hesitant man is the last thing in the world a woman needs. She needs a lover and warrior, not a Really Nice Guy". (John Eldredge)

Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...