Skip to main content

Mengupdate status di socmed itu...?

Well, sekarang semuanya serba ekspresif dan media pun menyediakan sarananya. Penulis memiliki akun di media sosial, dan sering memantau perkembangan teman teman melalui status, notes atau apapun yang di post baik di wall pribadi nya atau bukan. Namun, belakangan update status menjadi hal yang harus saya pikir pikir terlebih dahulu sebelum mempostingnya. Ada beberapa alasan saya, Yang pertama, status bisa menggambarkan karakter seseorang di kehidupan pribadi. Yang senang eksis, yang riya, yang mengajak ke kebaikan, yang sering berdo'a di wall, yang sering galau, yang membuat orang berpikir serius, yang kocak dan yang  lainnya. Bukankah sangat gampang bagi seseorang untuk mengetahui seperti apa kepribadian dan mematai matai untuk kepentingan pribadi nya tanpa harus bersusah payah. 

Ada yang mengatakan, dunia maya jangan di seriusin, hehehe...Ini adalah benar namun kehidupan dunia maya sepertinya begitu sibuk dibandingkan dunia nyata :D Yang kedua, begitu mudahnya teknologi sehingga mengupload gambar hanya membutuhkan waktu kurang dari semenit (tergantung koneksi juga siy, hehehe...) dan menurut pendapat saya sangat berbahaya meng-upload gambar gambar pribadi seperti foto suami/istri, pernikahan, anak baru lahir, saudara saudara ataupun lainnya. Bisa saja alasannya adalah berbagi kebahagiaan, tapi berhubung saya penyuka konspirasi jadi ada ketakutan dalam beberapa tahun ke depan, file file foto itu akan digunakan untuk kepentingan yang akan melawan kita (who knows..). Bahkan, sekarang saja banyak kejahatan terjadi melalui teknologi. Tidak suka dengan seseorang, bajak akunnya, hancurkan pribadi nya melalui jejaring sosial.
Saya koq haqqul yakin banyak pengguna teknologi ini lumayan gaptek (termasuk saya, hehehe..) yang tidak tahu banyak celah dalam tekhnologi yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang jahat. Yang ketiga, hancurnya sebuah hubungan pertemanan/persahabatan atau bahkan pernikahan hanya karena bermula dari hal hal sepele. Perseteruan yang muncul bisa karena salah satu pasangan memiliki kebiasaan men-stalking mantan mantannya, berhubungan via message dengan bahasa mesra atau rajin memberikan komentar kepada status perempuan yang baru dikenal atau sudah lama. Kebiasaan mengumbar masalah di sosial media juga bisa menjadi ancaman serius bagi langgengnya sebuah hubungan. Hal ini tidak terjadi pada hubungan pasutri tapi juga hubungan dengan rekan kerja di kantor, hubungan pertemanan di sekolah atau kampus bahkan hubungan keluarga.  

Belum lagi status yang sering di update atau share sering sekali menjadi gambaran diri kita di dunia nyata. Apakah pemarah, pengeluh, penggombal atau penipu. Sudah banyak orang orang biasa ataupun terkenal yang tersangkut masalah atau kasus karena kurangnya kemampuan mengendalikan emosi dan kata kata yang akan dibagikan di media sosial. Bagi saya, tidak semua hal apalagi hal hal pribadi harus dibagikan kepada khalayak ramai dan setiap yang kita pikirkan publik harus mengetahuinya dan memberikan komentar. Terkadang sesuatu harus dipikirkan terlebih dahulu sebelum dilakukan dan saya berpikir saat ini manusia lebih membutuhkan keheningan  dibandingkan keriuhan, di dunia maya juga di dunia nyata.



Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...