Skip to main content

MEMASAK

Walaupun saya dilahirkan sebagai seorang perempuan, di awal awal saya tidak menyenangi kegiatan masak memasak ini padahal ibu saya merupakan koki yang handal dan jempolan. Saking enaknya makanan beliau, ibu saya pernah diminta untuk membuka rantangan atau restauran. Beliau bilang ya mau saja hanya karena beliau juga bekerja jadi sulit membagi waktu dan akhirnya beliau hanya menjadi chef spesial hanya untuk keluarganya saja.

Ada yang bilang buah tidak jauh dari pohonnya namun saya sering sekali bercanda kepada teman saya dengan mengatakan bahwa seorang ibu yang mampu melakukan banyak hal atau hampir segalanya akan melahirkan anak yang tidak mampu melakukan apa apa. Hahahaha. Saya pernah berpikir kenapa butuh waktu yang cukup panjang baru saya memahami betapa asiknya memasak di dapur, mengolah bumbu menjadi satu makanan yang lezat untuk disantap. Apalagi sekarang di zaman teknologi informasi dimana resep resep makanan dari berbagai negara dengan mudah ditemukan, dibagi dan dipraktekkan serta adanya inovasi inovasi membuat kegiatan memasak menjadi lebih menarik.

Dan setelah muncul acara Master Chef yang di pandu oleh Gordon Ramsay, Graham Elliot serta Joe Bastianich, memasak menjadi hal yang cukup populer, sebagian bahkan menjadikan profesi atau sebagai penghasilan tambahan. Ini adalah hal yang cukup membuat saya tertarik untuk menekuni profesi sebagai seorang pebisnis di bidang masak memasak, selain membutuhkan kreativitas memasak juga kegiatan yang memerlukan tenaga serta kemampuan mengatur waktu yang efektif. Siapa bilang memasak itu mudah. Dan karena satu dan lain hal pun, saya "dipaksa" harus turun ke dapur karena kalau tidak saya tidak akan bertahan hidup dan kalau ditanya ukuran garam, gula atau merica yang dituangkan dalam satu masakan, saya bisa bilang tidak tau karena bagi saya memasak itu tanpa ukuran. Ini disebabkan ibu saya yang mengajarkannya, dikira kira saja, begitu pesannya. Alhasil karena saya belum menjadi pakar, adakalanya masakan saya enak luar biasa namun lebih sering biasa biasa saja, hahaha....Namanya juga dalam proses.

Mungkin sesekali akan saya bagi resep favorit saya disini ya bloggers :)


Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...