Skip to main content

BECOMING A HUMAN BEING


Kalau melihat banyaknya peristiwa peristiwa yang mengenaskan di berbagai media massa seperti pembunuhan, korupsi, kolusi, pemerkosaan, pencabulan, pencurian, bullying, pemukulan siswa kepada guru atau sebaliknya, penyiksaan/penganiyaan anak, perempuan dan juga hewan, serta menyebarkan fitnah maupun berita bohong yang dilakukan oleh manusia, terkadang kita bertanya makhluk apakah yang melakukan hal hal yang mengerikan ini. Apakah mereka manusia?. Tentu saja jawabannya manusia. Namun muncul pertanyaan sesudahnya, benarkah mereka sudah menjadi manusia seutuhnya? Apakah mereka belajar bagaimana caranya menjadi manusia atau memanusiakan diri sendiri? Sebelum kita melangkah lebih jauh, ada baiknya untuk mengetahui dan memahami arti dari manusia itu sendiri. 

Kata manusia sendiri memiliki arti yang berbeda menurut beberapa penafsiran. Yang pertama menurut kbbi, manusia n makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain. Selanjutnya secara etimologi, kata manusia berasal dari bahasa Sansekerta yakni dari kata “manu”, dan bahasa Latin yakni “mens” yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Melihat dua pengertian di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa yang membedakan manusia dengan binatang adalah budi. Budi sendiri memiliki arti budi n 1) alat batin yang merupakan panduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk 2) tabiat, akhlak, watak 3) perbuatan baik, kebaikan 4) daya upaya, ikhtiar 5) akal (dalam arti kecerdikan menipu atau tipu daya).

Melihat dua pengertian manusia di atas, kelebihan menjadi manusia adalah memiliki akal untuk berpikir serta budi yang tercermin dari perilaku yang mendatangkan manfaat bagi sesama makhluk hidup lainnya. Namun tidak semua manusia mampu menggunakan dengan baik dan maksimal anugerah tertinggi yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta. Apakah ada cara untuk menjadi manusia seutuhnya? Menjadi manusia sesuai dengan pengertian di atas, yang tidak hanya memiliki akal tetapi juga budi yang memiliki hubungan yang positif dengan kebaikan? Jawabannya tentu saja bisa namun tergantung dari manusia itu sendiri, apakah dia mau menjadi makhluk pembelajar terus menerus sampai helaan nafas terakhir kemudian menerapkan apa yang sudah dipelajari tersebut.

Ada beberapa tips dan cara mudah untuk menjadi manusia;

1.  Mengenal diri sendiri. Apa maksud dari kalimat ini? Mengenal diri sendiri itu adalah hal yang paling krusial karena ketika manusia mampu memahami dirinya sendiri, maka dia tidak akan melakukan perbuatan yang tercela dan hanya menjadi penebar kebaikan saja. Bagaimana caranya untuk mengenal diri sendiri? Banyak merenung dan berfikir. Dahulu, orang bijak pernah berkata, “siapakah kamu”?, “darimana kamu berasal”?, dan “apa yang sudah kamu lakukan di dunia ini”?. Tiga pertanyaan penting ini sebaiknya sudah mulai direnungkan dan dipikirkan jawabannya sejak dini dan secara baik baik. Siapakah kita bisa dengan mengetahui apa yang kita sukai dan tidak kita sukai. Kemudian dengan mengenal emosi, perasaan apa yang muncul ketika kita bertindak atau berkata kata. Alasan/motivasi apa yang mendasarinya? Ketika kita memahami ini, kita dapat memilah mana yang membuat kita menjadi lebih menjadi manusia dan menjauhi hal hal yang membuat kita menjadi lebih buas, ganas, dan jahat. Hidup hanya sementara, alangkah baiknya diisi dengan lebih banyak memberikan manfaat kepada sesama makhluk hidup ini termasuk manusia, hewan, tumbuhan dan seluruh isi alam semesta ini.

2. Selanjutnya, mencari role model atau idola yang mencerminkan kebajikan, kebijaksanaan dan hal hal positif lainnya. Biasanya mereka dapat ditemukan pada Nabi Nabi, orang orang suci atau tokoh2 spiritual yang sudah meninggal maupun yang masih hidup. Ketika kita melihat kebaikan yang disebarkan oleh orang orang terutama yang masih hidup, kita akan termotivasi untuk melakukan hal yang sama paling tidak untuk lingkungan di sekitar kita. Kejahatan itu seperti virus yang bisa menyebar ke mana mana dan begitu juga kebaikan. Kemudian dengan melihat kebaikan terutama di era tekhnologi informasi ini, melihat orang orang yang menolong sesamanya yang saling membutuhkan ataupun menyelamatkan hewan hewan terlantar, terluka dan lain lain, kita akan merasa bahwa dunia ini juga penuh dengan hal hal yang positif seperti kasih sayang, cinta, empati, saling menghargai (toleransi), saling menolong serta orang orang yang mampu melakukan hal hal positif tersebut.

3. Mengajari anak anak sedari dini untuk mencintai alam beserta isinya (binatang serta tumbuh tumbuhan). Dari laporan FBI terbaru, para pembunuh atau psikopat biasanya memiliki kecenderungan untuk menyiksa binatang ukuran kecil dan tidak berdaya, kemudian menaikkan skalanya ke yang lebih besar bahkan kepada manusia. Caranya adalah dengan memulai untuk merawat binatang binatang ini dengan menjadikannya hewan peliharaan di rumah, kemudian diberi makan yang rutin, dijaga kebersihannya dan dibawa ke rumah sakit bila hewan tersebut sakit atau memerlukan tindakan medis tertentu. Mencintai binatang adalah salah satu cara efektif untuk menumbuhkan sifat kasihan atau empati. Dimulai dari hewan yang dipelihara sejak kanak kanak dan berlanjut hingga dewasa sehingga terbentuk karakter yang penuh kasih sayang. Sehingga akan muncul manusia manusia dengan jiwa yang penuh kasih dan cinta sehingga dunia juga terlihat lebih indah untuk ditinggali. Heavens on earth.

Manusia adalah makhluk yang sangat rumit dan kompleks. Kita tersusun dari banyak hal dan bisa ditelaah dari berbagai sisi dan disiplin ilmu. Namun kelebihan manusia adalah akal budi dan dengan menggunakannya dengan maksimal kita bisa membuat pilihan pilihan hidup yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan juga bagi banyak orang. Ini adalah tidak mudah terutama untuk memberi manfaat kepada manusia lain. Akan tetapi paling tidak, untuk diri sendiri kita menjadi manusia semanusia manusianya. Memiliki pedoman, kompas moral yang baik dan benar.

Menjadi manusia :)

Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...