Skip to main content

PEREMPUAN Yang CERDAS Dan TERDIDIK ADALAH KUNCI BANGSA Yang MAJU

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”

Kutipan di atas adalah ucapan dari seorang tokoh terkenal yang mampu menghapus apartheid atau rasisme di Afrika Selatan. Benar. Nelson Mandela orangnya. Dalam kutipan di atas dikatakan “Pendidikan adalah senjata yang sangat kuat yang dapat anda gunakan untuk mengubah dunia.” Dan kutipan itu adalah benar karena sudah terbukti melalui pendidikan, kualitas hidup seseorang atau suatu negara dapat berubah dengan drastis menuju ke arah yang lebih baik. Contohnya negara Finlandia yang menempati negara dengan tingkat PISA (Program International for Student Assesment) tertinggi pada tahun 2018 dan tahun tahun sebelumnya. Dengan tingkat literasi yang tinggi, negara mereka termasuk 10 negara tertinggi dalam tingkat transparansi, sedikitnya korupsi dan tingkat kriminal serta metode pembelajaran yang efektif dan efisien dan mampu membuat siswa nya bahagia di sekolah mereka. Untuk contoh di negara kita sendiri, di masa penjajahan VOC dahulu seorang perempuan bernama Raden Ajeng Kartini mampu mengangkat derajat perempuan masa itu dengan menerbitkan sebuah buku “Habislah Gelap Terbitlah Terang”. Sebuah buku yang memuat pemikiran pemikiran seorang perempuan yang pada masa tersebut, perempuan sangat dikekang hak haknya dan tidak memiliki pilihan selain menikah. Namun hal itu tidak membuat Kartini patah semangat bahkan menjadi motivasi untuk mencari cara agar tidak terjadi hal yang sama kepada perempuan lainnya.


Dari contoh kasus di atas, terlihat jelas bahwa pendidikan adalah cara yang efektif dan juga efisien untuk menguatkan posisi perempuan di dalam masyarakat. Pendidikan menjadikan perempuan mampu memaksimalkan kemampuan berfikirnya, analisanya, komunikasi verbal dan non verbal nya yang membuat mereka lebih dari sekadar pajangan saja.  Perempuan yang cerdas, asertif, mampu menyesuaikan diri, menggunakan lebih banyak logikanya dibanding perasaannya adalah perempuan yang langka namun diperlukan. Mengapa? Karena negara ini membutuhkan generasi penerus yang tangguh, kuat, cerdas, adaptif terhadap perubahan perubahan yang sangat cepat terjadi apalagi kita akan dan mungkin sudah menghadapi Revolusi 4.0 bahkan ada yang 5.0. Kualitas perempuan yang disebutkan di atas adalah fondasi kokoh untuk menciptakan generasi yang berkualitas juga. Tidak dapat dipungkiri bahwa peran perempuan yang memilih dan mendedikasikan hidupnya untuk menjadi seorang ibu sangat fundamental dalam tumbuh kembang seorang anak baik fisik maupun jiwanya. Apa yang terjadi bila kualitas seorang ibu adalah kualitas apa adanya atau di bawah standar? Tentu berdampak pada hasil generasi yang apa adanya juga. Disinilah pendidikan memainkan peranan yang penting untuk menciptakan generasi yang berkualitas paripurna secara fisik dan jiwa, secara lahiriah dan batiniah, secara mental dan juga spiritual.

 
Courtesy of ylcf.org
Sebenarnya apa itu pendidikan? Menurut kbbi, pendidikan (n) proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Dengan pengertian di atas maka sekolah tidak sama dengan pendidikan. Sekolah adalah bagian kecil dari pendidikan. Ada yang menyamakan pendidikan dengan sekolah padahal sekolah adalah salah satu sarana/jalan secara formal/resmi untuk mendapatkan pendidikan. Secara jalur informal/tidak resmi banyak kursus atau pelatihan yang ditawarkan baik online maupun offline. Mulai dari kursus membuat kue, menjahit pakaian, maupun kursus kursus lainnya seperti kursus bahasa asing, menulis artikel/puisi/novel, kursus bagaimana meningkatkan produktivitas sehari hari, kursus mengedit video, membuat blog dan konten yang menarik dan lain lain sebagainya. Kursus seperti ini sangat berguna dalam kehidupan sehari hari dan juga menjadi nilai tawar ketika perempuan mencari pekerjaan di luar sana. Sekarang bukan masanya lagi kita hanya menguasai satu bidang skill saja tetapi perubahan zaman sudah menuntut seseorang, baik laki laki maupun perempuan memiliki keahlian yang beragam (multitalenta). Pendidikan memungkinkan kesemua hal tersebut tercapai.

Pendidikan baik jalur formal maupun non formal bisa diakses oleh perempuan dari mana saja, sebagian ada yang gratis dan dibiayai oleh pemerintah maupun swasta. Pendidikan ini mampu meningkatkan peran perempuan tidak hanya pada level personal tapi juga secara komunal. Perempuan yang berdaya (mampu memberdayakan dirinya sendiri) akan berusaha meningkatkan taraf hidupnya, keluarganya dan anak anaknya (bila menikah) dan pada akhirnya akan memberikan kontribusi bagi lingkungan terdekatnya. Dalam ruang lingkup yang lebih luas, perempuan perempuan ini mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bahkan mampu memimpin sebuah daerah, perusahaan dan bahkan negara. Sebagai contoh nama nama seperti ibu Risma yang menjabat walikota Surabaya, Ibu Khofifah yang menjadi gubernur Jawa Timur periode saat ini (2018 – 2022) dan ibu Susi Pudjiastuti yang pernah menjadi menteri yang terkenal pada kabinet kerja periode pertama pemerintahan bapak Jokowi sebagai Menteri KKP, ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan yang berhasil meraih penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik dunia, ibu Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri perempuan pertama di Indonesia. Untuk tingkat perusahaan nasional, Indonesia punya beberapa perusahaan yang dipimpin oleh perempuan seperti Martha Tilaar, Wardah, dll. Untuk tingkat kepala negara, Indonesia pernah dipimpin oleh seorang ibu Megawati. Dari contoh contoh di atas bisa terlihat ada perempuan yang menempuh pendidikan formal dan mampu meraih posisi yang strategis dan ada yang juga menempuh pendidikan non formal namun juga mampu meraih posisi atau jabatan yang tinggi serta mampu memberdayakan dan membantu banyak orang. Tidak ada masalah dijalur mana tempat belajarnya asalkan perempuan tersebut memiliki niat dan kemauan untuk menjadi pembelajar selamanya, karena ilmu itu luas dan selalu berkembang. Oleh sebab itu perempuan yang selalu ingin belajar dan mengaplikasikan ilmunya terutama untuk dirinya sendiri adalah perempuan yang akan memiliki peran yang signfikan paling tidak dalam kehidupan personal nya terlebih dahulu.


Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...