Skip to main content

TIPS MUDAH MENABUNG SAHAM

Revolusi Industri 4.0 sedang berjalan dan banyak hal kalau tidak semua bidang mengalami perubahan yang signifikan dan cepat. Hal hal konvensional dianggap tidak lagi relevan dengan masifnya perkembangan tekhnologi sehingga mau tidak mau orang mencari alternatif dan akhirnya menjadi pilihan yang dijalankan sampai akhirnya ada pilihan yang lebih baik. Salah satu perubahan itu adalah cara kita menabung atau berinvestasi. Beberapa puluh tahun yang lalu, menabung di lembaga keuangan adalah cara yang diminati karena selain aman, cara ini juga mudah dilakukan. Cukup menyetor sejumlah dana dan jumlahnya akan tercatat di sebiah buku atau bilyet. Namun kelemahannya adalah dengan kemajuan tekhnologi dan inflasi yang terus bertambah, menabung secara konvensional tidaklah lagi mendatangkan keuntungan finansial yang diharapkan. Mengapa?
Karena return atau imbal hasil yang diharapkan tidak mampu menahan laju inflasi setiap tahunnya. Jadi, kalau anda yang memiliki dana yang pas pasan dan masih menabung secara konvensional, maka dipastikan dana anda akan tergerus secara perlahan lahan. Akibatnya biaya hidup yang semakin naik tidak diimbangi dengan pemasukan yang mampu mencukupi kebutuhan hidup.

Pernahkan anda mendengar kata SAHAM? Sebagian besar mungkin sudah pernah namun apakah anda sudah berinvestasi pada saham? Dari definisinya, saham adalah bukti kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan atau bukti tanda penyertaan modal seseorang. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya berinvestasi saham? Kalau kira kira sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu ada sejumlah dana yang harus disetorkan untuk membeli minimal 1 lot saham, sekarang investasi saham justru semakin ringan dan mudah. Cukup dengan menyetor uang minimal 100 rb dan langsung bisa mendapatkan saham yang diinginkan dan juga bisa dipantau nilai saham setiap harinya. Inilah kelebihan tekhnologi terutama di era Revolusi Industri 4.0, di mana segala hal menjadi mudah dan praktis, efektif serta juga efisien. Selain itu bisa memilih di platform mana anda ingin berinvestasi dengan tentu saja memperhatikan aspek aspek keamanan.

Mengapa saham lebih baik dibandingkan menabung secara konvensional? Ada beberapa alasannya yang akan dijelaskan dalam tulisan ini. Namun ada peringatan penting sebelum menginvestasikan dana anda pada saham yaitu : "JANGAN INVESTASIKAN SEMUA DANA ANDA PADA SATU INSTRUMEN INVESTASI". Ini adalah pesan atau pepatah yang cukup terkenal dan berlaku untuk semua hal termasuk investasi serta mengandung makna yang dalam. Investasi harus dipisahkan baik dari dana, jangka waktu maupun jenis investasinya. 
Ketika anda berinvestasi pada saham, ada baiknya anda mengetahui bahwa saham dimasukkan ke dalam investasi jangka panjang karena nilainya yang sangat fluktuatif. Artinya, nilai saham pada kondisi tertentu bisa naik tajam sehingga investor bisa mengambil cuan atau untung yang banyak. Namun disisi lain, nilainya mampu merosot tajam yang membuat jumlah dana anda bisa berkurang drastis. Pada masa bearish seperti ini, investor diharapkan tetap tenang dan tidak terburu buru menjual lembar sahamnya demi menghindari rugi yang lebih besar. Investor wajib mengerti bahwa loss atau rugi akan terjadi apabila saham dijual ketika nilainya sedang turun. Kalau tidak ya akan aman aman saja sampai nanti nilainya naik kembali. Butuh waktu, karena itu saham digolongkan pada investasi jangka panjang atau waktunya di atas 5 tahun. 

Selanjutnya ada beberapa alasan kenapa anda wajib berinvestasi pada saham adalah :

1. Keuntungan yang cukup signifikan. Berinvestasi sekaligus bermain saham mampu memberikan profit yang cukup lumayan. Misalnya membeli saham A pada harga 1000 dan menjualnya kembali pada 1500. Selisih antara harga beli dan harga jual dikalikan dengan berapa lembar saham yang anda jual adalah keuntungan anda. Dalam saham, ini disebut capital gain. Keuntungan ini belum bisa didapatkan dengan menabung secara konvensional.

2. Modal yang terjangkau/sedikit. Investasi saham bisa dilakukan  dengan modal yang terjangkau/sedikit. Sebelum tekhnologi digital berkembang, membeli saham wajib 1 lot (100 lembar) untuk saham apa saja. Cara konvensional seperti ini hanya memberikan akses terbatas bagi yang memiliki dana yang lumayan banyak saja. Namun perkembangan tekhnologi menjadikan orang awam dengan dana yang cukup terbatas mampu membeli saham dan juga mendapatkan keuntungan serta menambah lembar sahamnya sedikit demi sedikit.

3. Akses yang mudah. Menabung/berinvestasi saham tidak harus mengeluarkan dana yang besar sampai jutaan, cukup dengan 100 ribu rupiah saja dan bisa bertransaksi melalui m-banking lewat hp android anda. Dengan cara seperti ini, anda bisa melakukan pembelian/penjualan di rumah, hemat waktu, tenaga. Efektif dan efisien. Selain itu, anda juga bisa melakukan top up (menambah) invstasi saham anda sesuai dana yang anda miliki setiap bulannya. Praktis.
 
Semua manfaat ini bisa anda dapatkan dengan memulai berinvestasi pada SFAST, aplikasi investasi saham dengan modal sangat terjangkau. Dengan segala keuntungan serta kemudahan yang dimiliki, segera memulai investasi saham online adalah investasi baik dan bermanfaat untuk kita dan melindungi masa depan orang orang yang kita sayangi.


Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...