Saya selalu teringat pengalaman suluk di salah satu pesantren di Aceh Besar selama sepuluh hari yang membuat perut serta nafsu makan saya menjadi blingsatan. Bukan apa apa soalnya saya dan para peserta lain dilarang makan daging dagingan, ikan, telur bahkan susu. Di awal awal saya berpikir apa engga modar plus ga ada tenaga untuk beraktivitas kalau cuma makan sayur doank sama teh. Sebagai penggemar daging dan pembenci sayur (orang Aceh getuuuu...) saya merasa tersiksa lahir batin dan tidak sabar rasanya untuk menyelesaikan suluk tersebut. Namun anehnya setelah seminggu saya makin menikmati kegiatan suluk saya yang setiap hari nya mengkonsumsi sayur sayuran karena tubuh terasa ringan. Salah satu makanan favorit saya adalah terong sambalado yang ternyata favorit ibu saya. Jujur dulunya saya membenci terong, bagi saya ini adalah jenis sayur yang aneh apalagi ditambah lado (campuran bawang merah, cabe merah juga tomat yang digiling atau diblender) menjadi makin hancur rasanya di lidah saya.
Akan tetapi setelah suluk dimana menu yang tersedia hanya sayur sayuran dan terong balado menawarkan rasa pedas yang cukup nendang, saya menjadi jatuh cinta.
Begitu juga ketika saya diberi kesempatan tinggal di negara empat musim dimana berbagai macam variasi keju,cokelat dan ice cream bisa dinikmati dengan harga yang terjangkau, namun saya kok jadi malah beralih untuk banyak makan sayur dan buah buahan. Salah satu alasannya kalau terlalu banyak makan yang manis manis akan merusak gigi dan berobat ke dokter gigi itu mahal di sini, hehehe. Alasan lainnya juga ketika hal yang anda inginkan terlalu mudah didapat, hal itu malah menghancurkan keinginan anda untuk mencoba dan rasanya malah tidak greget lagi. Misalnya ada begitu banyak jenis ice cream disini yang membingungkan saya untuk memilihnya, sehingga akhirnya untuk periode yang lama saya jadi puasa ice cream. Padahal sebelumnya di kampung saya penggemar berat dan wajib mengkonsumsi minimal sehari sekali.
Begitu juga ketika saya diberi kesempatan tinggal di negara empat musim dimana berbagai macam variasi keju,cokelat dan ice cream bisa dinikmati dengan harga yang terjangkau, namun saya kok jadi malah beralih untuk banyak makan sayur dan buah buahan. Salah satu alasannya kalau terlalu banyak makan yang manis manis akan merusak gigi dan berobat ke dokter gigi itu mahal di sini, hehehe. Alasan lainnya juga ketika hal yang anda inginkan terlalu mudah didapat, hal itu malah menghancurkan keinginan anda untuk mencoba dan rasanya malah tidak greget lagi. Misalnya ada begitu banyak jenis ice cream disini yang membingungkan saya untuk memilihnya, sehingga akhirnya untuk periode yang lama saya jadi puasa ice cream. Padahal sebelumnya di kampung saya penggemar berat dan wajib mengkonsumsi minimal sehari sekali.
Ada yang mengatakan sayur dan buah akan membuat emosi seseorang lebih terkontrol, artinya tensi tidak cepat naik kalau menghadapi masalah atau orang dibanding ketika banyak mengkonsumsi daging dagingan. Entahlah. Namun perubahan yang mencolok adalah saya jarang lelah dan malah lebih aktif walau kadang kadang nafsu membuat saya selalu ingin mengkonsumsi daging dagingan juga unggas. Dan akhirnya saya selalu berusaha menghadirkan sayur sebagai menu utama harian, seporsi salat yang bisa dicampur dengan buah buahan terutama anggur dan apel, plus telur puyuh atau ayam yang sudah di rebus. Sehat hat!
Saya jadi salut dengan teman teman saya yang memutuskan untuk menjadi vegetarian, cara sederhana untuk menghargai tubuh sebagai salah satu pemberian Tuhan. Ingin siy jadi vegetarian namun kok takut tidak mampu menahan selera untuk memasak atau mencicipi rendang, sop buntut, sop daging, sie reuboh dan segala jenis masakan daging yang enak enak . Hanya saja kalau melihat manfaat nya saya pikir tidak ada salahnya menjadi vegetarian. Semoga tercapai. Aamiin..
Hof, 7 November 2011
Comments
Post a Comment