Skip to main content

Pindah Kos

Ternyata punya banyak barang itu ga asik terutama pas pindah kos, huhuhu. Mana ga ada sobat dekat yang bisa bantu angkatin barang en kos baru letaknya di lantai 3 yang ga punya lift lagi, huhuhu. Saat saat seperti ini baru merasakan pahit getirnya hidup di perantauan (lebay). Jauh dari keluarga dan abang abang martabak, bakso dan sate yang kalau malam malam lapar bisa keluar en bawa pulang. Biar kata kampung sendiri jorok dan kurang teratur, tetap aja ada saat saat tertentu buat ngangenin dan dari kacamata anak rantau ternyata kampung sendiri lebih indah dan menyenangkan (terutama buat anak malas seperti saya) :D

Dua kali merantau dan pindahan, situasi hampir mirip mirip dan saya selalu dihadapkan mampu untuk bertahan sendiri. Memang saya termasuk tipe lone ranger, karena ya kalau bisa dikerjain sendiri jangan merepotkan orang lain, hehehe. Dan itu juga menjadi tantangan tersendiri untuk bisa menjadi lebih disiplin dan tangguh. Dua kata favorit saya. Kos saya yang baru suasananya mirip dengan rumah yang ibu dan ayah saya yang tempati pertama kali, sepetak ruangan yang lumayan besar dengan kasur dua buah dan lemari seadanya. Namun bagi saya ini terasa kos mahasiswa dibanding kos saya sebelumnya yang cukup elit, ada bak mandi segala namun suasana nya kok ga pas dengan kondisi yang saya inginkan, hehehe. Terlebih lagi dengan adanya satu kesatuan suku bangsa yang terlalu bahagia di malam hari sehingga yang lain menjadi tidak bahagia :D

Eniwei, walau jendela saya masi bersih alias belom ada gordennya ( belum sempat beli) dan saya harus berbagi kamar mandi yang lumayan sempit dan dapur yang cukup jorok ( belum sempat dibersihkan) tapi saya bahagia. Alhamdulillah.

Hof, 3.September. 2015

Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...