Skip to main content

Registrasi di Balai Kota

Hai bloggers, bagi anda yang baru pertama kali menjejakkan kaki pertama kali di Eropa terutama di Jerman, ada hal penting yang harus anda lakukan pertama kali begitu sampai. Sesuai judul diatas yaitu melakukan registrasi di balai kota atau RATHAUS.

Nah, sebelum melakukan pendaftaran pastikan anda membawa paspor (Ausweis) serta kontrak rumah (Mietvertrag). Prosesnya tidak akan lama, hanya memasukkan data anda ke dalam database mereka kemudian mengisi formulir apa anda terlibat dalam keanggotaan teroris atau tidak. Ini yang buat saya sedikit sedih, mereka belum mempercayai negara saya bebas teroris, hikshiks. Setelahnya anda akan diminta sidik jari kemudian menuggu sekitar sebulan agar residence permit anda keluar.

Registrasi ini dimaksudkan apabila terjadi sesuatu pada anda, ada yang bertanggung jawab dan mengetahui anda terdaftar di kota tersebut. Sederhana prosesnya tapi penting!

Dan terutama saya suka hasil foto di residence permit saya. Kelihatan anggun. Hehehe :).


Hof, 30 September 2015

Comments

  1. Kurang panjang ceritanya kasandra....
    Kurang detail lagi...
    Gmn proses pelayanan nya... cantik2 ga petugasnya atau cakep ga satpamnya...

    Kan pengen tau juga ni gmn mereka nerima tamu dan gmn org nya yg di tempati di frontliners nya...

    ReplyDelete
  2. Hahaha...Soalnya pas nulis cerita ini, kejadiannya udah lama :D
    Sipp, nanti bakal dirapikan en dibuat detail nya ya

    Terima kasih sudah berkunjung :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...