Skip to main content

SPAGHETTI!!!

Again, masi bercerita keluh kesah nasib anak rantau di negeri orang, hehehe. Well, sebenarnya merantau itu asik dan menjadikan seseorang bertambah wawasan dan pengetahuannya, membentuk karakter selama si perantau mau merubah kebiasaan buruknya dan menghargai negara sendiri, bahwa melihat kekayaan bangsa dari sisi budaya, agama, suku serta makanan (T_T) membuat perantau sadar hujan emas di negeri orang tidak lebih indah daripada hujan berlian di negeri sendiri :)

Baru baru ini saya "dipaksa" untuk menyukai spaghetti, tau kan..Itu mie asal Italia yang panjang panjang mirip mie lidi Aceh. Alasan untuk menyukai nya ya karena mudah dibuat, tinggal rebus spaghettinya, tumis bawang, tomat, jamur, masukin susu sama pengental dan keju mozarella..Aduk2 sebentar dan tuangkan di atas mie yang sudah mengembang (serasa nulis resep, hehehe) dan siap disantap!

Namun jangan tanya rasanya di lidah yang terbiasa dengan makanan yang kaya rasa seperti pliek u, asam keueng, rendang, telor balado dan keumamah! Mati rasa ne lidah! Persis yang professor saya bilang kalo orang Indonesia punya kesulitan yang sangat besar untuk beradaptasi dengan makanan Eropa. Wah, pak coba main main ke provinsi paling barat di Indonesia dan bapak akan mengerti dan memahami bagaimana menderitanya saya disini dan menderitanya anda kalau tinggal di Aceh, hehehe.

Namun, berhubung harga spaghetti yang murah meriah dan bisa dikombinasikan dengan variasi bumbu apa saja (besok besok mau mencoba dengan bumbu rendang), maka makanan instan ini menjadi konsumsi favorit anak kos/pelajar persis seperti mie instan di Indonesia yang dulunya menjadi favorit saya dan keluarga, selain mudah meriah juga bisa dicampur dengan sayuran, daging dan diolah menjadi penganan seperti martabak mie. 

Akhir kata, semoga saya cepat selesai dan memutuskan hubungan dengan spaghetti ini karena tidak sanggup rasanya merubah lidah ini menyukai keju, spaghetti, mayonaise juga sambal tomat!


Hof, 10 September 2015

Comments

Popular posts from this blog

Orang orang yang saya temui

Beberapa bulan tinggal di belahan dunia yang lain, memungkinkan saya bertemu dengan orang orang baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Ada beberapa yang menarik contohnya ketika saya jalan jalan ke pusat kotanya Bratislava (saya cinta kota ini, orang orang yang saya temui ramah), saya ditegur oleh seorang biarawati dengan sangat ramah dan bertanya saya dari mana. Setelah mengetahui saya dari Indonesia, beliau pun mengatakan mereka memiliki biarawati (sisters) di Indonesia tepatnya di sekitaran Papua dan NTT. Saya katakan saya berasal dari Aceh dan anda harus mengunjungi Indonesia. “Sangat indah” puji saya. Kemudian beliau dan teman temannya memberi informasi lokasi apa saja yang bisa dikunjungi karena ini kota kecil jadi tempat yang menarik pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki.   Di lain waktu, saya disapa “Hallo” oleh seorang anak laki laki yang saya takar umurnya 16 tahunan. Sapaan itu begitu keras hingga membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Di kota saya sendi...

BEBEK BEBEK PERKASA

Begini bahagianya kalau rumah kos dekat sungai, pulang dari kampus atau habis belanja kaki ini disempat sempatkan untuk melihat air sungai yang cukup bersih bersama dengan burung burung yang terkadang senang berjalan jalan disisian sungai atau bebek bebek perkasa yang dengan antengnya berjalan jalan di atas sungai sambil mengibas ngibaskan bulunya. Beuh! Liatnya bikin gondok teman! Kalau dibilang tersungging sama bebek siy engga ya, cuma daya tahan bulunya itu loh dengan air yang udah pasti super duper dingin eh terus malah enak enakan berendam. Situ nyinggung harga diri saya sebagai makhluk yang ga begitu tahan dengan udara atau cuaca dingin. Wong pernah mandi di pemandian Mata Ie aja sempat klepek klepek :D. Pernah saya diberitahu kalau sebenarnya manusia itu adalah yang paling lemah dibanding species lainnya dimana hewan hewan sudah diciptakan dengan pelindung (bulu, kulit yang lebih tebal atau duri) untuk melindungi tubuhnya. Kelebihan manusia adalah adanya akal yang bisa meng...

Ayah sang pengantin

Siapa yang masih mengingat aktor lawas Holywood, Steve Martin yang pernah bermain dalam film The Pink Panther sebagai detektif konyol nan lucu Inspektur Jacques Cousteau. Tapi kali ini saya ingin menceritakan salah satu film favorit saya yang dibintangi Steve yaitu Father of the Bride. Pertama kalinya saya melihat film itu dimalam lebaran ketika saya masih belasan tahun, hehehe. Dengan list tugas yang menumpuk (ritual tahunan sebelum menyambut lebaran Idul Fitri) dan rasa kantuk yang tidak tertahan rasanya, film Steve Martin menjadi penyelamat dan penyemangat saya untuk bekerja :D. Dalam film ini Steve berperan menjadi seorang ayah (George Banks) yang menyayangi keluarga terutama putri sulungnya. Sekian tahun kuliah di luar negeri kemudian pulang ke rumah dan membawa kejutan bagi ayahnya yang merubah kelakuan ayahnya menjadi menjengkelkan. Saya ingat ketika Kimberly Williams yang berperan menjadi Annie Banks, anak perempuan yang paling disayangi ayahnya memberi kabar bahwa ia akan me...